Muarojambi- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi dan Batang Hari secara tegas mendorong percepatan pembangunan jalan khusus angkutan batu bara yang tengah digarap PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS).
Desakan ini muncul seiring meningkatnya dampak negatif penggunaan jalan umum oleh angkutan batu bara yang hingga kini masih dirasakan masyarakat, mulai dari kemacetan parah, kerusakan infrastruktur, kecelakaan lalu lintas, hingga terganggunya aktivitas ekonomi warga.
Sekretaris Daerah Muaro Jambi, Budhi Hartono, menegaskan bahwa keberadaan jalan khusus bukan lagi sekadar rencana, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera direalisasikan.
“Penyelesaian jalan khusus PT SAS menjadi kunci untuk mengurai berbagai persoalan yang selama ini membebani masyarakat,” ujarnya usai rapat pemaparan progres pembangunan.
Budhi menyatakan, Pemkab Muaro Jambi mendukung penuh investasi yang masuk ke daerah, namun menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Dalam rapat tersebut, sejumlah kepala desa menyampaikan aspirasi terkait pembangunan akses perlintasan bagi warga, agar mobilitas menuju kebun dan permukiman tidak terganggu oleh jalur khusus yang dibangun.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti pentingnya pelibatan tenaga kerja lokal serta mitigasi dampak lingkungan, seperti kebisingan dan polusi debu yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.
Menanggapi hal tersebut, pihak PT SAS menyatakan komitmennya untuk mengakomodasi masukan masyarakat dan menjalankan pembangunan dengan prinsip tanggung jawab lingkungan.
Sementara itu, Pemkab Batang Hari juga menyampaikan sikap serupa. Sekretaris Daerah Batang Hari, Mula P. Rambe, menegaskan bahwa percepatan pembangunan jalan khusus harus menjadi prioritas bersama.
“Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Jalan khusus harus segera diselesaikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah siap terlibat aktif dalam membantu penyelesaian kendala yang dihadapi selama proses pembangunan berlangsung.
Selama ini, masyarakat Batang Hari menjadi salah satu pihak yang paling terdampak akibat masih digunakannya jalan umum sebagai jalur angkutan tambang. Kemacetan berkepanjangan, meningkatnya angka kecelakaan, hingga terganggunya aktivitas ekonomi menjadi persoalan yang terus berulang tanpa solusi konkret.
Menurut Rambe, keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan jalan khusus merupakan langkah strategis, mengingat keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
“APBD tidak akan mampu membiayai pembangunan sebesar ini. Karena itu, ketika ada investasi yang masuk, harus didorong percepatannya,” ujarnya.
Diketahui, PT SAS saat ini tengah membangun jalan khusus sepanjang 108 kilometer yang menghubungkan wilayah tambang di Kabupaten Sarolangun, melintasi Batang Hari dan Muaro Jambi, hingga ke Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di Kota Jambi.
Dengan tingginya urgensi serta dampak yang terus dirasakan masyarakat, percepatan penyelesaian jalan khusus tersebut diharapkan tidak lagi tertunda, sehingga beban sosial dan ekonomi yang selama ini terjadi dapat segera diatasi.(Red)

0 Komentar